Pojok Sekolah

Unduh CP PAI Dan BP Fase A, B dan C Sesuai BKPDM No 20 Tahun 2026

Capaian Pembelajaran PAI dan BP Kelas 1-6 Tahun 2026 menjadi salah satu informasi penting yang perlu dipahami oleh guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, khususnya dalam mempersiapkan pembelajaran pada tahun ajaran 2026/2027.

Perubahan Capaian Pembelajaran (CP) PAI dan Budi Pekerti tahun 2026 ditetapkan melalui Keputusan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Nomor 20 Tahun 2026, yang merupakan perubahan atas ketentuan Capaian Pembelajaran sebelumnya. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya penyempurnaan pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti agar lebih menekankan pembentukan sikap, pengetahuan, keterampilan, pengamalan ajaran agama, serta penguatan karakter peserta didik.

Capaian Pembelajaran PAI dan BP

Bagi guru PAI SD/MI, memahami CP PAI dan BP Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 sangat penting karena Capaian Pembelajaran menjadi dasar dalam menyusun tujuan pembelajaran, perencanaan pembelajaran, asesmen, dan perangkat ajar lainnya.

Catatan: Secara struktur kurikulum, CP PAI dan Budi Pekerti jenjang SD/MI disusun berdasarkan fase, bukan CP yang berdiri sendiri untuk setiap kelas. Kelas 1-2 berada pada Fase A, kelas 3-4 pada Fase B, dan kelas 5-6 pada Fase C.

Capaian Pembelajaran atau CP adalah kompetensi yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik pada akhir suatu fase pembelajaran.

Dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, CP tidak hanya berkaitan dengan kemampuan peserta didik dalam memahami materi keislaman. Pembelajaran juga diarahkan agar peserta didik mampu menghayati, mengamalkan, dan membiasakan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, pembelajaran PAI dan BP diharapkan tidak berhenti pada aspek pengetahuan atau kemampuan menjawab soal, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku peserta didik.

Penyempurnaan CP tahun 2026 juga diarahkan untuk memperkuat karakter peserta didik. Pemerintah menjelaskan bahwa penyempurnaan Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dilakukan melalui penyesuaian materi, penyempurnaan rumusan kompetensi, serta penguatan pendidikan karakter.

Capaian Pembelajaran PAI dan BP Kelas 1-6 Tahun 2026


Secara umum, pembagian Capaian Pembelajaran PAI dan BP SD/MI kelas 1 sampai kelas 6 terbagi menjadi tiga fase, yaitu Fase A, Fase B, dan Fase C.

Guru perlu memahami bahwa target kompetensi CP dicapai secara bertahap dalam satu fase. Oleh karena itu, guru kelas 1 tidak harus menuntaskan seluruh capaian Fase A dalam satu tahun, demikian pula guru kelas 3 tidak harus menyelesaikan seluruh target Fase B hanya dalam satu tahun pembelajaran.

Pembagian kompetensi ke dalam tujuan pembelajaran dan alur pembelajaran menjadi bagian penting dari tugas guru agar capaian pada akhir fase dapat tercapai secara optimal.

Capaian Pembelajaran PAI dan BP Fase A: Kelas 1 dan 2


Fase A diperuntukkan bagi peserta didik kelas 1 dan 2 SD/MI. Pada tahap ini, pembelajaran PAI dan Budi Pekerti diarahkan untuk membangun fondasi keagamaan peserta didik sejak dini.

Peserta didik mulai dikenalkan dengan dasar-dasar ajaran Islam melalui pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis, akidah, akhlak, fikih, serta sejarah peradaban Islam yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan mereka.

Pembelajaran pada Fase A perlu dikembangkan melalui kegiatan yang konkret, sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Fokus pembelajaran PAI Fase A


Secara umum, pembelajaran PAI dan BP pada Fase A dapat diarahkan pada:
  • Mengenal dan mencintai Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.
  • Mengenal huruf hijaiyah dan dasar-dasar membaca Al-Qur'an sesuai tingkat perkembangan peserta didik.
  • Mengenal pesan-pesan dasar dalam Al-Qur'an dan hadis.
  • Mengenal dasar-dasar keimanan kepada Allah Swt.
  • Mengenal dan membiasakan perilaku terpuji.
  • Mengenal tata cara bersuci dan ibadah dasar.
  • Mengenal ketentuan dasar salat.
  • Membiasakan doa dan zikir dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mengenal kisah-kisah keteladanan Nabi dan Rasul.
  • Membiasakan sikap santun, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan menyayangi sesama.
Pada fase ini, guru sebaiknya tidak hanya menggunakan metode ceramah. Pembelajaran dapat dilakukan melalui praktik ibadah, permainan edukatif, cerita keteladanan, demonstrasi, bernyanyi, pembiasaan, dan kegiatan sederhana yang memungkinkan peserta didik mempraktikkan nilai agama secara langsung.

Capaian Pembelajaran PAI dan BP Fase B: Kelas 3 dan 4


Fase B mencakup kelas 3 dan 4 SD/MI. Pada fase ini, peserta didik mulai mengembangkan kemampuan memahami ajaran Islam secara lebih mendalam dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Jika pada Fase A peserta didik banyak mendapatkan pengenalan dan pembiasaan, maka pada Fase B pembelajaran dapat diarahkan pada penguatan pemahaman dan praktik.

Fokus pembelajaran PAI Fase B


Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti pada Fase B secara umum dapat mencakup:
  • Peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an.
  • Memahami pesan dan kandungan ayat atau hadis yang dipelajari.
  • Mengenal dan memahami Asmaulhusna.
  • Memperkuat pemahaman tentang iman kepada Allah Swt. dan rukun iman.
  • Membiasakan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
  • Memahami dan mempraktikkan ibadah dengan lebih baik.
  • Memahami ketentuan salat dan ibadah lainnya sesuai materi pembelajaran.
  • Mengenal nilai-nilai tanggung jawab dan kerja sama.
  • Meneladani kisah Nabi, Rasul, dan tokoh-tokoh dalam sejarah Islam.
  • Mengembangkan sikap peduli terhadap keluarga, teman, lingkungan, dan masyarakat.
Guru PAI dapat mengembangkan pembelajaran berbasis aktivitas agar peserta didik tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Contohnya, ketika mempelajari materi tentang kejujuran, peserta didik dapat diberikan proyek sederhana berupa jurnal pembiasaan perilaku jujur. Pada materi salat, peserta didik dapat melakukan praktik dan refleksi. Sementara pada materi sejarah Islam, peserta didik dapat membuat cerita bergambar atau presentasi sederhana mengenai keteladanan tokoh yang dipelajari.

Capaian Pembelajaran PAI dan BP Fase C: Kelas 5 dan 6


Fase C merupakan fase akhir pada jenjang pendidikan dasar dan mencakup kelas 5 dan 6 SD/MI. Pada fase ini, peserta didik diharapkan semakin mampu menghubungkan pengetahuan agama dengan pengamalan dalam kehidupan nyata. Pembelajaran tidak hanya menekankan kemampuan mengetahui dan memahami, tetapi juga mendorong peserta didik untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam secara lebih mandiri.

Fokus pembelajaran PAI Fase C


Secara umum, pembelajaran PAI dan Budi Pekerti pada Fase C dapat diarahkan pada:
  1. Meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an.
  2. Memahami pesan dan nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an dan hadis.
  3. Memahami dasar-dasar tajwid sesuai materi pembelajaran.
  4. Memperkuat pemahaman akidah dan keimanan.
  5. Menunjukkan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Memahami dan mempraktikkan ibadah secara lebih mandiri.
  7. Memahami nilai toleransi dan hidup berdampingan secara harmonis.
  8. Menumbuhkan kepedulian sosial dan tanggung jawab.
  9. Mempelajari sejarah perkembangan Islam dan mengambil nilai keteladanan.
  10. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam memahami persoalan kehidupan berdasarkan nilai-nilai Islam.
Pada akhir Fase C, pembelajaran PAI dan BP diharapkan mampu membantu peserta didik memiliki bekal pengetahuan agama sekaligus karakter yang tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Perubahan Penting CP PAI dan BP Tahun 2026


Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan guru adalah bahwa perubahan melalui Keputusan Kepala BKPDM Nomor 20 Tahun 2026 tidak mengubah seluruh Capaian Pembelajaran pada semua mata pelajaran.

Pemerintah menegaskan bahwa perubahan tersebut secara khusus berlaku pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, termasuk Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Mata pelajaran lainnya tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku sebelumnya.

Penyempurnaan CP PAI dan Budi Pekerti tahun 2026 diarahkan agar pembelajaran agama semakin relevan dengan perkembangan peserta didik dan kehidupan sehari-hari.

Selain penguatan karakter, penyempurnaan juga mengintegrasikan delapan dimensi Profil Lulusan, yaitu ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, kreativitas, berpikir kritis, kemandirian, kolaborasi, komunikasi, dan kesehatan.

Khusus Pendidikan Agama Islam, pemerintah juga menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran menggunakan taksonomi Structure of the Observed Learning Outcome (SOLO). Pendekatan tersebut diharapkan membantu merumuskan kompetensi yang lebih konkret, terukur, dan dapat diamati dalam proses pembelajaran.

Apa yang Harus Dilakukan Guru PAI Setelah CP 2026 Ditetapkan?

Dengan adanya perubahan CP PAI dan Budi Pekerti tahun 2026, guru perlu melakukan penyesuaian terhadap perencanaan pembelajaran. Beberapa langkah yang dapat dilakukan guru antara lain:
  • Mempelajari dokumen CP terbaru
Guru perlu membaca dokumen resmi Keputusan Kepala BKPDM Nomor 20 Tahun 2026 secara utuh, khususnya bagian yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
  • Memetakan CP berdasarkan fase
Guru perlu memahami target CP pada Fase A, Fase B, atau Fase C sesuai kelas yang diampu.
  • Menyusun Tujuan Pembelajaran
Capaian Pembelajaran perlu diterjemahkan menjadi tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
  • Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran kemudian dapat disusun secara sistematis agar proses pembelajaran berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan.
  • Menyesuaikan modul ajar atau perangkat pembelajaran
Modul ajar dan perangkat pembelajaran perlu diselaraskan dengan CP terbaru, termasuk materi, aktivitas pembelajaran, metode, dan asesmen.
  • Memperkuat pembelajaran berbasis pengamalan
Pembelajaran PAI sebaiknya memberikan ruang yang cukup bagi peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran PAI diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang memiliki pengetahuan agama, tetapi juga memiliki kebiasaan baik, akhlak mulia, kemampuan berpikir, dan kepedulian terhadap sesama.

CP PAI dan BP Kelas 1-6: Apa Bedanya dengan CP Sebelumnya?

Perbedaan utama yang perlu dipahami adalah adanya penyempurnaan pada rumusan Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.

Pemerintah menyampaikan bahwa penyempurnaan tersebut dilakukan untuk memperkuat kualitas pembelajaran agama, termasuk keseimbangan antara pengetahuan dan pengamalan ajaran agama.

Dalam implementasinya, guru perlu melihat CP terbaru sebagai dasar dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna. Artinya, keberhasilan pembelajaran PAI tidak hanya diukur dari kemampuan peserta didik menjawab soal, tetapi juga dari kemampuan mereka menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan.

Download Capaian Pembelajaran PAI dan BP Tahun 2026


Bagi guru yang membutuhkan dokumen resmi, disarankan untuk menggunakan sumber resmi pemerintah sebagai rujukan utama.

Dokumen Keputusan Kepala BKPDM Nomor 20 Tahun 2026 merupakan rujukan penting dalam memahami perubahan Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti tahun 2026.

Guru PAI SD/MI sebaiknya tidak hanya mengandalkan ringkasan dari blog atau media sosial. Untuk penyusunan perangkat pembelajaran, gunakan dokumen regulasi resmi dan dokumen panduan implementasi yang diterbitkan oleh kementerian terkait.

Informasi resmi pemerintah mengenai perubahan CP Pendidikan Agama dan Budi Pekerti tahun 2026 juga menegaskan bahwa satuan pendidikan perlu mempelajari dokumen CP yang telah diperbarui sebagai acuan dalam merancang pembelajaran tahun ajaran 2026/2027.

Capaian Pembelajaran PAI dan BP Kelas 1-6 Tahun 2026 menjadi acuan penting bagi guru dalam merancang pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di jenjang SD/MI.

CP PAI dan BP kelas 1-6 terbagi ke dalam tiga fase, yaitu Fase A untuk kelas 1-2, Fase B untuk kelas 3-4, dan Fase C untuk kelas 5-6. Bagi yang belum memiliki CP PAI Dan BP silhkan unduh Disini

Setiap fase memiliki karakteristik dan tingkat perkembangan kompetensi yang berbeda. Oleh karena itu, guru perlu menerjemahkan CP menjadi tujuan pembelajaran dan alur pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui penyempurnaan CP tahun 2026, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti diharapkan semakin mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memahami ajaran Islam, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, implementasi CP PAI dan BP terbaru perlu dilakukan secara cermat, bertahap, dan kontekstual agar pembelajaran agama benar-benar memberikan dampak terhadap pembentukan karakter dan kualitas peserta didik.

Cara Tarik Data Rombel dari EMIS 4.0 ke EMIS GTK Tahun 2026 Terbaru

Sejak diberlakukannya EMIS GTK sebagai sistem pengelolaan data Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, seluruh data rombongan belajar (Rombel) kini tidak lagi dibuat secara manual di EMIS GTK. Operator madrasah wajib terlebih dahulu membuat rombel di EMIS 4.0, kemudian melakukan proses Tarik Data dari EMIS.

Cara Tarik Data dari EMIS 4.0 ke EMIS

Proses sinkronisasi ini sangat penting karena menjadi dasar untuk Penyusunan jadwal mengajar guru, Penetapan wali kelas, Pembagian beban kerja guru, Aktivasi madrasah (Keaktifan Kolektif), Pengisian tugas tambahan guru, Perhitungan jam mengajar,dan Validasi data PTK

Apabila proses tarik data belum dilakukan, maka sebagian besar menu pengelolaan jadwal di EMIS GTK tidak dapat digunakan.

Apa Itu Tarik Data EMIS 4.0 ke EMIS GTK?

Tarik Data merupakan proses sinkronisasi data dari database EMIS 4.0 menuju aplikasi EMIS GTK.
Data yang akan disinkronkan meliputi:
  • Rombongan Belajar (Rombel)
  • Jumlah siswa
  • Wali kelas
  • Tingkat kelas
  • Kurikulum
Setelah proses berhasil, operator dapat melanjutkan pengisian jadwal mengajar dan penugasan guru di EMIS GTK.

Persyaratan Sebelum Tarik Data EMIS 4.0 Ke EMIS GTK


Sebelum melakukan sinkronisasi, pastikan seluruh data sudah benar di EMIS 4.0. diantaranya adalah sebagai berikut
  1.  Siswa Sudah Naik Kelas
  2. Siswa Lulus Sudah Diluluskan
  3. Kurikulum Sudah Ditentukan
  4. Rombongan Belajar Sudah Dibuat

Cara Tarik Data dari EMIS 4.0 ke EMIS GTK


Untuk melakukan penarikan data dari EMIS 4.0 silahkan anda dapat mengikuti beberapa langkah-langkah singkat berikut.
  • Langkah 1 silahkan anda login ke akun Admin Madrasah pada EMIS GTK menggunakan akun EMIS yang aktif.
  • Selanjutnya langkah 2 silahkan anda cari menu Madrasah kemudian klil sub menu Rombel 
    menu Rombel

  • Langkah 3 Klik tombol: Validasi EMIS kemudian sistem akan melakukan pengecekan seluruh rombel yang telah dibuat di EMIS 4.0.
  • Langkah 4 Perhatikan hasil validasi. Biasanya akan muncul informasi: Total Rombel Rombel Valid Rombel Tidak Valid Jika masih terdapat rombel yang berstatus tidak valid, lakukan perbaikan terlebih dahulu pada EMIS 4.0.
  • Langkah 5 Apabila seluruh rombel sudah valid, klik tombol: Tarik Rombel yang Valid atau Tarik dari EMIS 
    rombel sudah valid

  • Langkah 6 Sistem akan menampilkan daftar rombel yang tersedia. Centang rombel yang akan diimpor.
  • Langkah 7 Apabila diperlukan, ubah wali kelas pada kolom yang tersedia.
  • Langkah 8 Klik tombol: Proses
  • Langkah 9 Tunggu hingga proses sinkronisasi selesai.
Jika berhasil, seluruh rombel akan muncul pada daftar rombel EMIS GTK dan siap digunakan untuk penyusunan jadwal mengajar.

Penyebab Tarik Data Gagal


Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.
  • Rombel Belum Dibuat EMIS GTK hanya menarik rombel yang tersedia di EMIS 4.0.
  • Wali Kelas Belum Dipilih Rombel tanpa wali kelas sering gagal divalidasi.
  • Kurikulum Belum Diatur Pastikan setiap rombel telah menggunakan kurikulum yang sesuai.
  • Data Siswa Belum Lengkap Misalnya: siswa belum naik kelas masih berstatus aktif di kelas lama data belum tersimpan
  • Server Sedang Sinkronisasi Pada jam sibuk biasanya sinkronisasi membutuhkan waktu lebih lama.
  • Cache Browser Cobalah: Refresh halaman Login ulang Gunakan Mode Incognito Hapus cache browser

Apa yang Dilakukan Setelah Tarik Data Berhasil?


Setelah seluruh rombel berhasil masuk ke EMIS GTK, operator dapat melanjutkan Menentukan Kompetensi Rombel, Menentukan Kurikulum, Membuat Model Jadwal, Mengisi Jadwal Mengajar, Menentukan Guru Mata Pelajaran, Menetapkan Tugas Tambahan, Melakukan Aktivasi Madrasah, Melakukan Keaktifan Kolektif Guru

Tarik data dari EMIS 4.0 ke EMIS GTK merupakan tahapan penting yang wajib dilakukan oleh operator madrasah pada setiap awal semester. Dengan memastikan data rombel, siswa, wali kelas, dan kurikulum sudah benar di EMIS 4.0, proses sinkronisasi akan berjalan lebih cepat dan minim kendala.

Setelah data berhasil ditarik ke EMIS GTK, operator dapat melanjutkan penyusunan jadwal mengajar, pembagian tugas guru, hingga proses aktivasi madrasah dan keaktifan kolektif sesuai ketentuan yang berlaku.

Prompt membuat Billboard SPMB atau PPDB Sekolah Dan Madrasah Di ChatGPT dan Gemini

Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB/PPDB) menjadi momen penting bagi setiap sekolah dan madrasah untuk memperkenalkan kualitas pendidikan kepada masyarakat. Di tengah persaingan lembaga pendidikan yang semakin ketat, promosi menggunakan spanduk dan billboard masih menjadi strategi paling efektif untuk menjangkau masyarakat secara luas, khususnya di daerah perkotaan maupun pedesaan Indonesia.

Namun saat ini, promosi offline saja tidak cukup. Agar informasi sekolah mudah ditemukan calon wali murid di internet, promosi harus dipadukan dengan strategi artikel SEO yang mampu tampil di halaman pertama Google.
Billboard SPMB atau PPDB Sekolah Dan Madrasah


Mengapa Promosi SPMB/PPDB dengan Spanduk dan Billboard Masih Efektif?

Meskipun era digital berkembang pesat, spanduk dan billboard tetap memiliki daya tarik tinggi karena:
  • Mudah dilihat masyarakat setiap hari
  • Menjangkau pengguna jalan tanpa harus membuka media sosial
  • Meningkatkan kepercayaan terhadap lembaga pendidikan
  • Cocok dipasang di lokasi strategis seperti: Pinggir jalan raya, Perempatan desa, Dekat pasar, Area masjid, Depan sekolah
Visual besar dengan desain menarik mampu membangun branding sekolah atau madrasah secara cepat.

Keunggulan Billboard untuk Promosi Sekolah dan Madrasah


Billboard memiliki ukuran besar sehingga pesan promosi lebih mudah diingat masyarakat. Penggunaan billboard untuk PPDB sangat cocok bagi Madrasah , Sekolah, Pesantren, Sekolah Swasta Unggulan dan sebagainya

Beberapa informasi penting yang wajib ada pada billboard SPMB/PPDB:

1. Nama Sekolah atau Madrasah


Gunakan logo resmi dan nama lengkap sekolah dengan ukuran besar. Contoh: “SPMB 2026/2027 MI Fathul Ulum Lemahayu”

2. Keunggulan Sekolah


Tampilkan program unggulan seperti: Tahfidz Al-Qur’an, Shalat Berjamaah, Full Day School, English Class, Robotik, Digital Class, Pembiasaan Karakter Islami

3. Informasi Kontak


Cantumkan Nomor WhatsApp, Alamat lengkap, Akun media sosial, Website sekolah

4. Ajakan yang Menarik


Dalam membuat promosi PPDB atau SPMB sekolah atau madrasah anda harus menggunakan kalimat promosi yang kuat seperti:
  • “Ayo Daftar Sekarang!”
  • “Kuota Terbatas”
  • “Sekolah Islami Pilihan Orang Tua”

Tips Membuat Spanduk PPDB yang Menarik Perhatian


Spanduk yang baik harus:

  • Memiliki warna cerah dan kontras
  • Menggunakan foto siswa asli
  • Memakai font besar dan mudah dibaca
  • Tidak terlalu banyak tulisan
  • Fokus pada pesan utama

Ukuran yang sering digunakan:

  • 1 x 3 meter
  • 1 x 5 meter
  • 2 x 4 meter

Strategi SEO agar Artikel PPDB Masuk Page One Google


Agar promosi sekolah muncul di pencarian Google, gunakan teknik SEO diantaranya menggunakan Kata Kunci yang Banyak Dicari Contoh keyword PPDB Madrasah 2026, SPMB Sekolah Islam Terbaik, PPDB MI Terdekat, Sekolah Islam Favorit, Pendaftaran Siswa Baru Madrasah

Selanjutnya setelah kata kunci udah anda dapatkan siahkan anda masukkan keyword tersebut pada Judul artikel, Subjudul, Paragraf pertama, Meta deskripsi, Nama gambar

Manfaat Menggabungkan Promosi Offline dan Online


Ketika masyarakat melihat billboard lalu mencari nama sekolah di Google, facebook, tiktok, instagram, mereka akan menemukan Artikel sekolah, Website resmi, Media sosial, informasi pendaftaran, Testimoni wali murid

Inilah yang membuat strategi promosi menjadi lebih kuat dibanding hanya menggunakan media offline saja.

Contoh Kalimat Promosi PPDB yang Menarik


Silahkan anda copy prompt promosi PPDB/SPMB Sekolah berikut, silahkan anda ganti sesuai nama sekolah/madrasah anda dan paste di ChatGPT atau Gemni

PROMPT AI IMAGE BILLBOARD SEKOLAH INDONESIA – CINEMATIC REALISTIC Buat sebuah adegan ultra realistis bergaya cinematic tentang billboard promosi “SPMB” di pedesaan Indonesia. Suasana pagi cerah dengan langit biru, sawah hijau, jalan desa beraspal, pepohonan tropis, dan rumah-rumah kampung Indonesia di kejauhan. Fokus utama: Sebuah billboard besar modern berdiri di pinggir jalan desa dengan desain warna dominan biru cerah, hijau, kuning, dan putih. Billboard terlihat profesional seperti iklan pendidikan nasional. Isi billboard: Tulisan besar: “SPMB MI FATHUL ULUM TELAH DI BUKA!” dengan font bubble bold 3D warna putih, kuning, hijau, dan outline biru. Tambahkan informasi: - “Pendaftaran Online di https://bit.ly/ppdb-mifu ” - “Pendaftaran Offline di MI Fathul Ulum Lemahayu” - “Ayo Daftarkan Putra Putri Bunda di MI Fathul Ulum!” - “Madrasah Hebat Berprestasi ” Tambahkan elemen dekorasi: - awan putih kartun - buku terbuka - pensil warna-warni - bintang kecil - pesawat kertas - ikon media sosial Instagram, Facebook, YouTube, WhatsApp - username sosial media sekolah Karakter dalam billboard: - Guru laki-laki Indonesia memakai foto yang saya upload - Guru perempuan berhijab memakai pakaian formal muslimah - Beberapa siswa MI Indonesia memakai seragam biru putih - Semua karakter tersenyum ramah dan bahagia Foreground: - Lima anak MI Indonesia berdiri di bawah billboard sambil melihat ke atas dengan ekspresi gembira dan tertawa - Memakai seragam MI biru putih lengkap dengan dasi merah dan tas sekolah warna-warni - Pose natural penuh semangat Environment: - Jalan desa Indonesia dengan motor melintas - Sawah hijau luas - Cahaya matahari pagi golden hour - Atmosfer hangat, inspiratif, edukatif - Detail realistis namun warna cerah seperti poster pendidikan modern Camera & Style: - low angle shot - wide angle lens - cinematic composition - ultra detailed - vibrant colors - depth of field - photorealistic - highly detailed faces - clean billboard design - Indonesian countryside atmosphere - wholesome school campaign - family friendly - 8K quality 


Promosi SPMB/PPDB menggunakan spanduk dan billboard tetap menjadi strategi efektif untuk meningkatkan jumlah pendaftar sekolah maupun madrasah. Dengan desain visual yang menarik dan didukung artikel SEO yang optimal, sekolah dapat lebih mudah dikenal masyarakat sekaligus tampil di halaman pertama Google.

Gabungan promosi offline dan digital akan membantu membangun citra sekolah yang profesional, terpercaya, dan modern di mata calon wali murid.

Jika dikelola dengan konsisten, strategi ini mampu meningkatkan branding sekolah sekaligus mendatangkan lebih banyak peserta didik baru setiap tahunnya.

Kumpulan soal US/UM Jenjang SD/MI Kurikulum Merdeka Tahun 2025-2026

Bank Soal US/UM Jenjang SD/MI Kurikulum Merdeka - Kumpulan soal US/UM Jenjang SD/MI Kurikulum Merdeka Tahun 2025-2026 ini terdiri dari mata pelajaran yang di ajarkan di kelas 4, dan 6 yang terdiri dari mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Pendidikan Pancasila, PJOK, Seni Musik, Seni Tari, PAI dan sebagainya
Soal US/UM Jenjang SD/MI


Soal Asesmen Madrasah atau Ujia Sekolah pada Kurikulum Merdeka merupakan bagian dari evaluasi wajib yang harus dilaksanakan untuk mengukur dan menilai kompetensi siswa terutama pada mata pelajaran, sehingga siswa dapat mnegetahui tingkat kemampuan yang dimiliki selama mengikuti pembelajaran di satu semester.

Tujuan dilaksanakannya US/UM Jenjang SD/MI Kurikulum Merdeka ini adalah untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran dan/atau Capaian Pembelajaran (CP) murid, sebagai dasar penentuan kenaikan kelas dan/atau kelulusan dari satuan pendidikan. Penilaian pencapaian hasil belajar murid dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar murid dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran

Kegiatan US/UM Jenjang SD/MI dapat dilakukan dengan menggunakan teknik dan instrumen yang beragam tidak hanya berupa test namun dapat menggunakan observasi dan performa (praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, atau membuat portofolio).

Umpan balik dari asesmen hasil akhir ini (sumatif) dapat digunakan untuk mengukur perkembangan murid dan untuk memandu guru merancang aktivitas pada pembelajaran berikutnya.

Pada Kurikulum Merdeka, guru diharapkan untuk lebih banyak mengutamakan asesmen formatiatkan umpan balik dan mengetahui perkembangan murid. Namun, asesmen sumatif juga tetap digunakan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.

Soal US/UM Jenjang SD/MI


Bagi rekan-rekan yang membutuhkan referensi soal US/UM Jenjang SD/MI Kurikulum Merdeka tahun 2026 silahkan anda dapat menggunkan referensi yang akan mimin bagikan berikut ini
  • Soal US/UM Jenjang SD/MI Disini
Demikian yang dapat mimin bagikan terkait Soal US/UM Jenjang SD/MI Kurikulum Merdeka Tahun 2025/2026 ini semoga bermanfaat untuk kita semua

Kumpulan Kisi-kisi Soal Ujian Madrasah Jenjang SD/MI Tahun 2026

Kisi-kisi Soal Ujian Madrasah Jenjang SD/MI Tahun 2025-2026 - Kisi-kisi Soal Ujian Sekolah atau Ujian Madrasah meupakan sebuah kerangka dasar dalam pembuatan dan penyusunan soal Ujian Sekolah/Madrasah yang setiap tahun dilaksanakan untuk menilai kemampuan peserta didik dalam memahami dan menguasai maeri yang diberikan oleh seorang Guru.
Kisi-kisi Soal Ujian Madrasah Jenjang SD/MI


Kisi-kisi Soal PAS Bahasa Indonesia Kelas 4
Penyusunan kisi-kisi soal US/UM pada umumnya disusun oleh sekelompok Guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) pada wilayah masing-masing, sehingga dengan adanya KKG ini koordinasi penyusunan soal US/UM bisa terkoordinir dan terarah

Oleh karena itu, penyusunan kisi-kisi soal ini bertujuan untuk memudahkan guru dan peserta didik dalam menghadapi Asesmen Madrasah atau Ujian Sekolah (US/UM), selain itu juga dengan adanya kisi-kisi ini bisa memberikan gambaran tentang bentuk soal dan materi yang akan digunakan dalam US/UM nanti.

Untuk mempermudah seorang guru dalam memberikan materi dan memudahkan peserta didik dalam memahami dan menguasai materi yang akan diujikan, pada kesempatan ini mimin ingin membagikan sebuah kisi-kisi soal Ujian Sekolah/Madrasah tahun pelajaran 2025-2026 baik yang berupa Pelajaran Umum mapupun PAI dan Bahasa Arab 

Download Kisi-kisi Soal US/UM

Untuk itu bagi rekan-rekan Pojok Sekolah yang pada saat ini sedang membutuhkan kisi-kisi soal US/UM Tahun Pelajaran 2025-2026 untuk jenjang Kelas 6 SD/MI silahkan anda unduh pada tautan berikut
  • Kisi-kisi US/UM Kelas  6 MI Disini
Demikian yang dapat mimin bagikan, semoga kisi-kisi soal US/UM Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka tahun ajaran 2025-2026 ini bisa bermanfaat khususnya bagi rekan-rekan Guru dan umumnya bagi orang tua peserta didik

Jawaban Diary Petualangan Panca Cinta Pada Pelatihan MOC Pintar Kemenag

Diary Petualangan Panca Cinta Refleksi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pelatihan MOC Pintar Kemenag

Pelatihan MOC Pintar Kemenag menghadirkan paradigma baru dalam pendidikan melalui pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Salah satu instrumen penting dalam pelatihan ini adalah Diary Petualangan Panca Cinta, yang menjadi media refleksi mendalam bagi guru dalam memahami, menginternalisasi, dan mengimplementasikan nilai-nilai cinta dalam kehidupan dan pembelajaran.
Diary Petualangan Panca Cinta


Diary ini bukan sekadar catatan kegiatan, tetapi sebuah perjalanan spiritual, emosional, dan intelektual dalam membangun pendidikan yang humanis dan penuh makna.

Hakikat Panca Cinta dalam Pendidikan


Panca Cinta berangkat dari pemahaman bahwa cinta adalah inti ajaran Islam. Dalam diary ini dijelaskan bahwa cinta mencakup berbagai dimensi kehidupan, di antaranya:

  • Cinta kepada Allah sebagai pusat keimanan
  • Cinta kepada Rasul dengan meneladani akhlaknya
  • Cinta kepada sesama manusia melalui empati dan kebaikan
  • Cinta dalam keluarga dengan nilai mawaddah wa rahmah
  • Kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia

Cinta dalam Islam bukan hanya perasaan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Diary ini juga mengajak peserta pelatihan untuk merefleksikan kondisi dunia saat ini yang mengalami defisit cinta. Dampaknya sangat nyata, seperti Meningkatnya kekerasan dan intoleransi, Krisis moral dan individualisme, Keretakan keluarga, Gangguan kesehatan mental, Kerusakan lingkungan

Semua ini menunjukkan bahwa hilangnya nilai cinta berimplikasi luas pada kehidupan sosial dan kemanusiaan.

Panca Cinta sebagai Solusi


Sebagai jawaban atas krisis tersebut, Panca Cinta menawarkan solusi dengan pendekatan holistik:
  • Menguatkan hubungan dengan Allah
  • Meneladani akhlak Nabi yang penuh kasih sayang
  • Membangun empati sosial
  • Menjaga keharmonisan keluarga
  • Merawat lingkungan
Implementasinya dimulai dari hal sederhana seperti bersikap sabar, peduli, berbuat baik, dan menjaga keseimbangan alam. Konsistensi dalam praktik inilah yang menjadi kunci perubahan.

Refleksi Kesadaran: Menghadirkan Makna dalam Aktivitas


Diary ini menekankan pentingnya kesadaran (mindfulness) dalam setiap aktivitas. Hal sederhana seperti minum teh bisa menjadi bermakna ketika dilakukan dengan Niat yang lurus, Rasa syukur, Kehadiran penuh

Sebaliknya, aktivitas sehari-hari sering terasa biasa karena dilakukan tanpa kesadaran dan makna. Menghadirkan Allah dalam setiap aktivitas menjadi kunci agar hidup lebih bermakna.

Mindset KBC: Allah Maha Cinta


Salah satu konsep penting dalam diary ini adalah memahami Allah melalui dua sisi:

  • Jalaliyah: menunjukkan kebesaran dan keadilan Allah
  • Jamaliyah: menunjukkan kasih sayang dan kelembutan Allah
Kurikulum Berbasis Cinta menekankan keseimbangan, namun lebih mengedepankan pemahaman bahwa kasih sayang Allah lebih dominan daripada murka-Nya.

Nabi dan Al-Qur’an sebagai Sumber Cinta


Diary ini juga meluruskan pemahaman tentang:

Nabi Muhammad sebagai sosok penuh cinta, di mana sebagian besar kehidupannya diisi dengan peran sosial, moral, dan spiritual, bukan peperangan
Al-Qur’an sebagai kitab cinta yang lebih banyak berisi pesan moral, kasih sayang, dan petunjuk hidup daripada hukum semata

Ini menjadi dasar penting dalam membangun pembelajaran yang tidak kaku, tetapi penuh nilai kemanusiaan.

Transformasi Cara Pandang Pendidikan


Melalui diary ini, guru diajak mengubah paradigma:

Dari “tukang kayu” menjadi “petani” → murid bukan objek, tetapi benih yang memiliki potensi
Dari komunikasi keras menjadi komunikasi welas asih
Dari relasi kuasa menjadi hubungan yang dialogis dan humanis

Pendekatan ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkembang secara optimal.

Cinta dalam Ilmu dan Kehidupan


Dalam KBC, ilmu tidak hanya dipahami secara rasional, tetapi juga spiritual Ilmu sebagai cahaya yang menuntun manusia, Menggabungkan akal, pengalaman, dan intuisi, Menghadirkan hikmah, bukan sekadar pengetahuan

Selain itu, manusia juga diajak untuk Mengelola emosi dengan baik, Mengembangkan self-compassion, Menghindari bullying dan kekerasan verbal

Semua ini merupakan bagian dari implementasi cinta dalam kehidupan nyata.

Ekoteologi: Cinta terhadap Alam


Diary ini juga menekankan pentingnya ekoteologi, yaitu Melihat alam sebagai bagian dari tanda kebesaran Allah, Menjaga lingkungan sebagai amanah, Menghindari perilaku boros (tabdzir dan israf)

Pendekatan ini mengajarkan bahwa mencintai alam adalah bagian dari ibadah.

Unduh Diary Petualangan Panca Cinta


Untuk mengetahui cara mengisi atau rferensi dalam mengici tugas refleksi Diary Petualangan Panca CInta pada pelatihan MOC Pintar Kemenag silahkan anda dapat mengunduhnya disini

Demikian yang dapat mimin bagikan terkait Jawaban Diary Petualangan Panca Cinta ini semoga bermanfaat

Kunci Jawaban Pelatihan KBC MOC PINTAR 3.7 Cinta Allah dan Rasul-Nya Bagian 7

 Seorang siswa berkata, “Saya lebih takut dihukum jika salah daripada merasa dicintai Allah saat berbuat baik.” Hal ini menunjukkan...

A. Menggambarkan pendekatan hubungan berbasis rasa takut

B. Mencerminkan penekanan pada sisi jalaliyah Allah

C. Menunjukkan dominasi pemahaman terhadap konsekuensi perbuatan

D. Mengindikasikan belum optimalnya pengalaman cinta kepada Allah

**Jawaban: D**

Pelatihan KBC MOC PINTAR


Madrasah merancang program penanaman pohon sebagai bagian dari penguatan karakter murid. Guru ingin menanamkan pemahaman bahwa menjaga alam merupakan bentuk kecintaan kepada Sang Pencipta. Kegiatan yang paling mencerminkan penerapan nilai tersebut adalah…

A. Menugaskan murid membuat laporan pertumbuhan pohon yang ditanam sambil menanamkan kesadaran bahwa merawat alam adalah ibadah

B. Mengajak murid menanam pohon untuk meningkatkan kualitas udara di lingkungan madrasah

C. Mengarahkan murid menanam pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan

D. Mengajak murid menanam dan merawat pohon merupakan bagian dari ibadah dan penghormatan terhadap ciptaan Allah

**Jawaban: D**


Keseluruhan rangkaian tea ceremony tersebut paling tepat dikategorikan sebagai metode pembelajaran…

A. Eksperimen ilmiah berbasis observasi langsung

B. Reflektif-eksperiensial yang mengintegrasikan kognitif dan afektif

C. Demonstratif berbasis keterampilan teknis penyajian minuman

D. Ekspositori berbasis ceramah naratif

**Jawaban: B**


Perbedaan utama antara sebelum dan sesudah tea ceremony dapat dipahami sebagai...

A. Peralihan dari kebiasaan menuju pemaknaan

B. Perubahan dari aktivitas otomatis menjadi aktivitas yang disadari

C. Pergeseran dari fokus hasil menuju perhatian pada proses

D. Transformasi pengalaman biasa menjadi pengalaman reflektif

**Jawaban: D**


Dalam diskusi kelas, beberapa murid berpendapat bahwa manusia memiliki kedudukan paling tinggi sehingga boleh memanfaatkan alam tanpa batas. Guru ingin menanamkan pemahaman bahwa unsur alam harus dipandang setara sebagai ciptaan Allah. Respon guru yang paling tepat adalah….

A. Mengajak murid mendiskusikan peran manusia dalam mengelola lingkungan

B. Mengajak murid mengkaji dampak kerusakan lingkungan terhadap manusia

C. Mengarahkan murid membandingkan manfaat alam bagi kehidupan manusia

D. Menugaskan murid merefleksikan sikap menghormati seluruh ciptaan Allah

**Jawaban: D**


Jika peserta hanya fokus pada rasa teh tanpa mengaitkan dengan narasi, maka kemungkinan besar yang tidak tercapai adalah…

A. Kesadaran reflektif terhadap proses dan makna di baliknya

B. Pengalaman estetika dalam menikmati minuman

C. Pemahaman tentang kualitas bahan teh yang digunakan

D. Kepuasan fisiologis setelah mengonsumsi minuman hangat

**Jawaban: A**


QS. Al-Waqi‘ah: 65 menyebutkan bahwa Allah mampu menjadikan tanaman hancur. Ketika dalam refleksi tea ceremony muncul kesadaran akan rapuhnya proses yang menghasilkan teh, maka sintesis terhadap hal ini adalah...

A. Hasil yang diperoleh manusia tidak selalu dapat dipertahankan

B. Manusia tidak sepenuhnya menguasai hasil dari usahanya

C. Proses kehidupan memiliki kemungkinan gagal

D. Ketergantungan hasil pada kehendak Allah menunjukkan kasih sayang-Nya yang perlu disyukuri

**Jawaban: D**


Nabi Muhammad SAW sering disebut sebagai 'Nabiyyurrahmah' yang membawa ajaran 'Rahmatan Lil Alamin'. Apa cakupan dari sifat kasih sayang tersebut menurut penjelasan dalam materi?

A. Bentuk kasih sayang yang diberikan Tuhan hanya kepada mereka yang mau mempelajari Islam secara tuntas.

B. Kasih sayang yang ditujukan khusus kepada manusia yang beriman agar mendapatkan perlindungan Tuhan.

C. Sifat kasih sayang yang diutamakan bagi kaum yang lemah dan tertindas untuk menegakkan keadilan.

D. Manifestasi kasih sayang yang meliputi seluruh aspek kehidupan, termasuk manusia, binatang, dan alam semesta.

**Jawaban: D**


Jalaliyah dan jamaliyah adalah dua sisi sifat Allah yang saling melengkapi. Dalam konteks Cinta Allah, sintesa terhadap hal ini dapat dipahami bahwa...

A. Keduanya menunjukkan kesempurnaan sifat Allah

B. Jamaliyah menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan cinta tanpa menghilangkan kesadaran akan jalaliyah

C. Keseimbangan keduanya membangun pemahaman yang komprehensif

D. Jalaliyah membentuk rasa takut, jamaliyah membentuk harapan

**Jawaban: B**


Dalam Al-Qur'an QS. Al-Waqi‘ah: 63–73, manusia diingatkan tentang proses menanam. Jika dikaitkan dengan aktivitas tea ceremony merenungi perjalanan teh dari benih hingga siap diminum, maka makna paling tepat dari keterkaitan tersebut adalah...

A. Manusia berperan penting dalam mengelola proses pertumbuhan tanaman

B. Proses alam menunjukkan adanya sistem yang teratur dan dapat dipahami

C. Proses alam menunjukkan adanya sistem yang teratur dan dapat dipahami

D. Di balik usaha manusia, terdapat kehendak Allah yang menentukan hasil akhir

E. Hasil yang diperoleh merupakan gabungan dari usaha manusia dan faktor alam

**Jawaban: D**


Seringkali kita menikmati secangkir teh tanpa menyadari proses panjang di baliknya. Apa kekeliruan utama manusia saat berinteraksi dengan fenomena keseharian seperti meminum teh?

A. Kurangnya penghargaan terhadap petani yang menanam benih teh tersebut

B. Ketidakmampuan manusia dalam merekayasa teknologi pertanian yang lebih efisien

C. Menganggap proses tersebut terjadi secara mekanis tanpa campur tangan Allah

D. Terlalu fokus pada kenikmatan rasa teh sehingga melupakan kesehatan

**Jawaban: C**


Seorang guru ingin mengajarkan tentang kewajiban salat kepada murid-muridnya dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Manakah langkah yang paling tepat untuk menggeser paradigma dari sisi Jalaliah ke sisi Jamaliah Allah?

A. Menjelaskan bahwa salat adalah bentuk syukur dan sarana berkomunikasi dengan Allah yang Maha Pengasih

B. Menceritakan kehebatan Allah dalam menciptakan alam semesta agar murid merasa takut dan tunduk

C. Menekankan bahwa meninggalkan salat akan berakibat pada siksaan api neraka yang sangat pedih

D. Memberikan poin pelanggaran bagi setiap murid yang terlambat melaksanakan salat berjamaah

**Jawaban: A**


Seorang guru mengajak murid melakukan kegiatan proyek lingkungan...

A. Menugaskan murid membuat laporan tentang manfaat tanaman bagi manusia

B. Merawat tanaman merupakan bentuk penghormatan terhadap manifestasi ciptaan Allah

C. Mengingatkan murid bahwa tanaman penting untuk menjaga keindahan lingkungan madrasah

D. Memberikan penilaian tambahan bagi murid yang merawat tanaman dengan baik

**Jawaban: B**


Dalam sebuah diskusi kelas...

A. Karena ajaran Islam membolehkan kekerasan jika tujuannya untuk membela agama

B. Karakteristik emosional umat Islam...

C. Murni hasil kontruksi media Internasional...

D. Keindahan Islam seringkali tertutupi oleh perilaku sebagian pemeluknya yang suka melakukan kekerasan

**Jawaban: D**


Allah menahan sebagian besar rahmat-Nya...

A. Kepada makhluk-makhluk di planet lain...

B. Kepada seluruh umat manusia...

C. Hanya kepada para malaikat...

D. Kepada hamba-hamba-Nya pada hari kiamat kelak

**Jawaban: D**


Dalam pembelajaran tematik...

A. Mengajak murid mempelajari manfaat air...

B. Menugaskan murid mencatat penggunaan air...

C. Mengarahkan murid membuat poster...

D. Mengajak murid menyusun program penghematan penggunaan air

**Jawaban: D**


Apabila fasilitator menghilangkan sesi refleksi...

A. Peserta lebih fokus...

B. Peserta tetap memahami...

C. Kegiatan menjadi lebih efisien...

D. Pengalaman peserta cenderung berhenti pada level sensori tanpa integrasi makna

**Jawaban: D**


Apa yang dapat mengubah tegukan kopi Andi...

A. Memastikan bahwa kopi tersebut...

B. Menghadirkan kesadaran akan keterlibatan makhluk Allah...

C. Fokus pada cita rasa kopi...

D. Mensyukuri kesempatan...

**Jawaban: B**


Fasilitator menjelaskan bahwa aktivitas tea ceremony...

A. Aktivitas menjadi jalan mengenal, mensyukuri, dan mencintai Allah

B. Aktivitas menjadi sarana refleksi diri

C. Aktivitas menjadi lebih sadar dan terarah

D. Aktivitas menjadi lebih bermakna secara pribadi

**Jawaban: A**


Dalam narasi mengenai penanaman benih...

A. Peran manusia sangat terbatas karena Allahlah yang menumbuhkan dan menyuburkan.

B. Manusia memiliki kendali penuh...

C. Manusia adalah faktor penentu utama...

D. Manusia dan alam bekerja sama...

**Jawaban: A**


Bank Soal TKA jenjang SD/MI Tahun 2026

Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026, para siswa, guru, dan orang tua perlu memahami pergeseran fokus ujian yang kini lebih menekankan pada kemampuan penalaran tingkat tinggi

Berdasarkan dokumen kisi-kisi terbaru, TKA jenjang SD/MI Tahun 2026 dibagi menjadi dua domain besar, yaitu Kompetensi Bahasa Indonesia (Literasi) dan Kompetensi Matematika (Numerasi).
Soal TKA jenjang SD/MI


Kompetensi Bahasa Indonesia: Lebih dari Sekadar Membaca


TKA 2026 menguji kemampuan siswa dalam mengolah teks fiksi maupun nonfiksi melalui tiga level kognitif:

A. Pemahaman Tekstual


Siswa diharapkan mampu mengidentifikasi kosakata umum dan khusus dalam berbagai bidang. Selain itu, kompetensi ini mencakup kemampuan menyusun kembali informasi teks ke dalam bentuk bagan atau ikhtisar serta menemukan informasi tersurat secara cepat dan tepat.

B. Pemahaman Inferensial


Pada tahap ini, siswa tidak hanya membaca, tetapi harus bisa menyimpulkan:
  • Ide pokok dan gagasan pendukung.
  • Unsur intrinsik seperti amanat, watak tokoh, dan alur peristiwa.
  • Makna ungkapan atau kiasan yang muncul dalam teks.

C. Evaluasi dan Apresiasi


Level tertinggi dalam literasi ini menuntut siswa untuk menilai relevansi isi teks dengan kehidupan sehari-hari berdasarkan pengalaman pribadi mereka. Siswa juga diajak untuk memberikan respons emosional terhadap unsur-unsur dalam teks fiksi.

Kompetensi Matematika: Penalaran dan Aplikasi


Bidang matematika dalam TKA 2026 dibagi menjadi tiga elemen utama yang menuntut penguasaan konsep secara mendalam:

A. Elemen Bilangan


Fokus utama pada elemen ini adalah Bilangan Rasional. Siswa akan diuji mengenai:
  1. Pecahan senilai, perbandingan, dan pengurutan berbagai bentuk pecahan (desimal, persen, dan sederhana).
  2. Operasi hitung (penjumlahan hingga pembagian) pada bilangan cacah dan pecahan.
  3. Konsep dasar teori bilangan seperti Kelipatan, Faktor, KPK, dan FPB.

B. Geometri dan Pengukuran


Bagian ini menuntut kemampuan visualisasi spasial dan pemahaman satuan baku:
  • Objek Geometri: Meliputi bangun datar (segitiga, segiempat, segi banyak) dan konstruksi bangun ruang (kubus, balok) dari berbagai sudut pandang.
  • Pengukuran: Hubungan antar-satuan baku untuk panjang, volume, berat, dan waktu.
  • Aplikasi Fisik: Menghitung laju perubahan (kecepatan), keliling, luas, serta volume bangun gabungan.

C. Data


Siswa harus mampu membaca dan menyajikan data dalam bentuk gambar, piktogram, diagram batang, hingga tabel frekuensi. Kompetensi utamanya adalah kemampuan mengambil informasi yang akurat dari penyajian data tersebut.

Download Soal TKA Jenjang SD/MI Tahun 2026


Untuk mempersiapkan kegiatan TKA Jenjang SD/MI Tahun 2026 silahkan anda manfaatkan Bank Soal TKA jenjang SD/MI Tahun 2026 yang terdiri soal TKA Bahasa Indonesia dan soal TKA Matematika pada tautan yang sudah disediakan atau Disini

Demikian yang dapat mimin bagikan terkait Bank Soal TKA jenjang SD/MI Tahun 2026 ini semoga bermanfaat

POS UM Tahun 2026

Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menerbitkan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 751 Tahun 2026 tentang Prosedur Operasional Standar (POS) Penyelenggaraan Ujian Madrasah Tahun Ajaran 2025/2026.
POS UM Tahun 2026


POS ini menjadi pedoman resmi bagi madrasah dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan UM berjalan sesuai regulasi dan mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah.

Landasan dan Tujuan Ujian Madrasah


Penyelenggaraan Ujian Madrasah memiliki dasar hukum yang kuat, antara lain Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah tentang Standar Nasional Pendidikan, serta berbagai peraturan menteri dan keputusan Kementerian Agama. 

Secara umum, UM bertujuan untuk menilai capaian hasil belajar peserta didik pada seluruh mata pelajaran yang diajarkan di kelas akhir MI, MTs, MA, dan MAK.

Selain sebagai alat ukur capaian pembelajaran, UM juga berfungsi sebagai salah satu persyaratan penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan madrasah.

Peserta dan Madrasah Penyelenggara Ujian Madrasah


Peserta Ujian Madrasah adalah peserta didik yang terdaftar di kelas akhir pada masing-masing jenjang pendidikan dan telah memiliki laporan hasil belajar lengkap sesuai ketentuan. Peserta yang berhalangan mengikuti UM utama dengan alasan sah diberikan kesempatan mengikuti UM susulan.

Madrasah penyelenggara UM adalah madrasah yang memiliki Nomor Statistik Madrasah (NSM) dan terdaftar dalam sistem EMIS Kementerian Agama. Setiap madrasah bertanggung jawab melakukan pendataan, verifikasi, serta penetapan peserta UM melalui Surat Keputusan Kepala Madrasah.

Bentuk dan Perangkat Ujian Madrasah


Ujian Madrasah dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk, seperti tes tertulis, praktik, penugasan, portofolio, maupun bentuk lain yang relevan dengan karakteristik kompetensi yang diukur. Madrasah dianjurkan memadukan beberapa bentuk penilaian agar capaian belajar peserta didik dapat dinilai secara utuh.

Materi UM untuk mata pelajaran umum disusun berdasarkan Standar Isi dan Capaian Pembelajaran yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sementara itu, materi PAI dan Bahasa Arab mengacu pada kisi-kisi resmi yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.

Waktu dan Moda Pelaksanaan Ujian Madrasah


Pelaksanaan Ujian Madrasah ditentukan oleh masing-masing madrasah dengan mempertimbangkan ketuntasan kurikulum dan kalender pendidikan. Rentang waktu pelaksanaan UM Tahun Ajaran 2025/2026 adalah sebagai berikut:
  1. MA/MAK: 2 Maret–18 April 2026
  2. MTs: 20 April–16 Mei 2026
  3. MI: 20 April–16 Mei 2026
Moda pelaksanaan UM dapat berupa ujian berbasis komputer, ujian berbasis kertas, atau moda lain sesuai kesiapan dan kebijakan madrasah. Bagi madrasah terdampak bencana, pelaksanaan UM dapat dilakukan secara fleksibel dari segi waktu, bentuk, dan metode.

Download POS UM Tahun 2026


Untuk mengetahui lebih jelasnya silahkan anda dapat mempelajari POS Ujian Madrasah Tahun 2026 disini

Demikian yang dapat mimin informasikan terkait POS UM Tahun 2026 ini semoga bermanfaat untuk kita semua

Kumpulan Soal SAS Kelas 5 SD/MI Lengkap Semester 1 Kurikulum Merdeka Tahun 2025-2026

Bank Soal PAS/SAS Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka - Kumpulan soal SAS kelas 5 SD/MI Semester 1 Kurikulum Merdeka Tahun 2025-2026 ini terdiri dari mata pelajaran yang di ajarkan di kelas 4 yang terdiri dari mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Pendidikan Pancasila, PJOK, Seni Musik, Seni Tari, PAI dan sebagainya
Soal SAS/PAS Kelas 5 SD/MI


Sumatif Akhir Semester (SAS) pada Kurikulum Merdeka merupakan bagian dari evaluasi wajib yang harus dilaksanakan untuk mengukur dan menilai kompetensi siswa terutama pada mata pelajaran, sehingga siswa dapat mnegetahui tingkat kemampuan yang dimiliki selama mengikuti pembelajaran di satu semester.

Tujuan dilaksanakannya SAS Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka ini adalah untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran dan/atau Capaian Pembelajaran (CP) murid, sebagai dasar penentuan kenaikan kelas dan/atau kelulusan dari satuan pendidikan. Penilaian pencapaian hasil belajar murid dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar murid dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran

Kegiatan PAS atau SAS dapat dilakukan dengan menggunakan teknik dan instrumen yang beragam tidak hanya berupa test namun dapat menggunakan observasi dan performa (praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, atau membuat portofolio).

Umpan balik dari asesmen hasil akhir ini (sumatif) dapat digunakan untuk mengukur perkembangan murid dan untuk memandu guru merancang aktivitas pada pembelajaran berikutnya.

Pada Kurikulum Merdeka, guru diharapkan untuk lebih banyak mengutamakan asesmen formatiatkan umpan balik dan mengetahui perkembangan murid. Namun, asesmen sumatif juga tetap digunakan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.

Soal SAS/PAS Kelas 5 SD/MI


Bagi rekan-rekan yang membutuhkan referensi soal PAS/SAS Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka tahun 2025 silahkan anda dapat menggunkan referensi yang akan mimin bagikan berikut ini
Demikian yang dapat mimin bagikan terkait Soal SAS Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka Tahun 2025/2026 ini semoga bermanfaat untuk kita semua